payang

Kepahiang

Kota Kepahiang sejak zaman penjajahan Belanda dikenal sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong yang pada waktu itu disebut afdeling Rejang Lebong dengan ibu kotanya Kepahiang. Pada zaman pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun, Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.Akhirnya dengan kesungguhan dan keikhlasan para pejuang Kabupaten Kepahiang, maka Mahkota Kepahiang yang hilang dapat direbut kembali bagai pinang pulang ketampuknya pada tanggal 7 Januari 2004 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Propinsi Bengkulu.

“Nikmati suhu Sejuk pegunungan dengan udara yang sangat segar di kota kepahiang. Kota yang di kelilingi Hutan Tropis yang masih asri dengan pemandangan yang menakjubkan dan Kebun teh Kabawetan yang menambah keindahan kota ini”

Sektor pariwisata di Kabupaten Kepahiang hingga saat ini relatif masih kecil kontribusinya terhadap perekonomian wilayah. Namun demikian kabupaten ini memiliki beberapa potensi yang cukup menjanjikan di masa yang akan datang. Kinerja sektor pariwisata di Kabpaten Kepahiang dapat dikenali dari beberapa elemen pengembangan seperti potensi alam dan sarana–prasarana penunjang. Dilihat dari potensi alamnya terlihat bahwa komponen yang paling menonjol diwilayah ini adalah air terjun dan tercatat 10 air terjun yang dapat dijadikan obyek wisata.

2017 ROMMI ms KPY air terjun sengkuang 2017 ROMMI ms KPY bunga kibut